Mobil Listrik Masih Lebih Murah Dibanding Mobil Berbahan Bakar Minyak
Oleh greenlover
Selasa, Juni 05, 2012 10:03:26 Send to a friend Print Version

Mobil listrik mampu menghemat running cost sebesar 750 - 1.200 US dolar.

Persaingan antara mobil listrik dengan mobil konvensional masih terus berlanjut. Di pasar otomotif, mobil listrik hanya mendapat porsi penjualan yang kecil, sementara mobil bermesin bakar masih menguasai hampir seluruh pasar.

Kondisi ini wajar, mengingat mobil konvensional telah ada sejak berabad-abad lalu dan harga jualnya juga lebih murah dibanding mobil listrik yang salah satu penyebab mahalnya adalah pemakaian baterai. Baterai sebagai media penyimpan energi hingga kini masih mahal.

Tidak hanya harga jual yang membedakan keduanya, mobil konvensional masih lebih unggul pada jarak tempuh yang lebih jauh, sementara jarak tempuh mobil listrik dibatasi pada kapasitas penyimpanan baterai yang digunakan.

Lalu apakah benar bahwa dengan semua keunggulan itu mobil konvensional tetap lebih murah setelah sekian lama? Pertanyaan itu melatarbelakangi sebuah riset yang dilakukan oleh Union of Concerned Scientists di Amerika Serikat untuk mengetahui sejauh mana keuntungan yang bisa diberikan mobil listrik.

Dalam laporan risetnya, para ilmuwan tersebut menyatakan bahwa para pemilik mobil listrik di 50 kota besar di Amerika Serikat yang mengemudikan mobil listriknya sekurangnya 17.600 kilometer per tahunnya mampu menghemat 750 - 1.200 US dolar per tahun.

Penghematan ini tidak bisa dicapai oleh mobil konvensional di negara tersebut dimana bahan bakar minyak mencapai 3,5 US dolar per galonnya ( per galon setara dengan 3,8 liter). Harga BBM yang digunakan secara langsung di  mobil konvensional akan berpengaruh besar pada running cost-nya, sementara harga listrik yang digunakan untuk mengisi ulang baterai tidak mengalami kenaikan akibat kenaikan harga BBM, mengingat tidak semua pembangkit listrik menggunakan BBM.

Jadi berdasar hasil riset tersebut,  mobil listrik memang mampu menghemat biaya yang bisa disimpan untuk persiapan penggantian baterai. Selain itu tentunya tidak ada lagi emisi karbon yang dilepas ke udara. Tentu saja infrastruktur pengisian baterai menjadi salah satu yang perlu dipersiapkan.
Union of Concerned Scientists

Artikel Transportasi Hijau Lainnya


Terpopuler Minggu Ini


Artikel Informatif Lainnya