Teknologi plasma ubah sampah menjadi listrik dengan lebih efisien dan ramah lingkungan
By hanaa fitari
Jumat, November 21, 2008 09:24:58 Send to a friend Print Version

Teknologi plasma yang digunakan menyerupai proses terjadinya plasma di matahari yang menghasilkan suhu sangat tinggi.

Sampah memang terbukti bisa diubah menjadi sumber energi. Baik itu sebagai biomassa ataupun dengan teknologi landfield powerplant yang menggunakan sampah sebagai bahan bakar untuk memanaskan air dan menggerakan turbin.

Jika menggunakan biomassa, maka efisiensi juga masih rendah, karena energi yang dihasilkan tidak sebanding dengan energi yang dibutuhkan.  Teknologi landfield powerplant atau pembangkit listrik berbahan bakar sampah, dianggap lebih efisien, karena semua sampah yang ada digunakan sebagai bahan bakar dan energi yang dihasilkannya juga lebih besar. Hanya saja timbul pertanyaan, bagaimanakah asap dan polusi yang dihasilkan dari pembakaran tersebut?

Teknologi yang kini dianggap lebih efisien adalah dengan menggunakan gasifikasi plasma. Meski teknologi tersebut telah ditemukan lebih dari 40 tahun yang lalu oleh NASA, lembaga antariksa Amerika Serikat, untuk mengatur suhu dalam pesawat ruang angkasa, tetapi aplikasi untuk pembangkit listrik berbahan bakar sampah masih belum banyak di dunia, hanya beberapa negara yang menggunakannya yaitu Jepang dan Amerika Serikat.

Geoplasma, salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut, berhasil membuat busur api yang jauh lebih efisien untuk menghancurkan sampah dengan gas super panas atau dikenal juga dengan plasma yang dihasilkannya.

Pembangkit listrik yang akan dibangun di Florida akan membakar sampah sebanyak 1.500 ton perhari dan menghasilkan listrik sebesar 60 MW yang sebagian kecilnya digunakan untuk keperluan pembangkit listrik tersebut, setidaknya cukup untuk melistrik rumah sebanyak 50.000.

Gasifikasi plasma bekerja dengan menggunakan busur api listrik untuk memanaskan gas menjadi plasma. Suhu tinggi yang sudah tercipta akan memanaskan sampah menjadi syngas, yang telah bersih dari partikel-partikel. Berikutnya syngas tersebut digunakan untuk memutar turbin guna menghasilkan listrik.

Jika sampah dimasukkan ke dalam ruang pembakaran dan menerima pemanasan hingga suhu 5.537 derajat Celcius, sampah-sampah organik, cairan, dan kertas akan berubah menjadi gas panas bertekanan.

Uap, sebagai produk sampingannya bisa digunakan kembali untuk menghasilkan listrik. Sementara sampah non-organik seperti logam dan lainnya, akan mencair dan terkumpul di bagian dasar ruang pembakaran tersebut dan bisa digunakan kembali untuk industri logam atau campuran aspal.

Keramahan terhadap lingkungannya? Ternyata emisi yang dihasilkan dengan teknologi plasma juga jauh lebih rendah jika menggunakan incinerator terstandar dan juga mengurangi jumlah methane yang dilepaskan ke udara.

Artikel Bio Energy Lainnya

Michigan, kota pertama di...


SunCrest Energy, berlokasi di bagian barat laut...

Presiden : Percepat Produksi...


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan supaya pembangunan dan pengembangan energi...

Boeing Operasikan Pabrik...


Boeing dan Commercial Aircraft Corp of China bekerja sama membangun pabrik percotohan pengolahan...

Bougainville - Papua New...


Masyarakat di pulau Bougainville, Papua New Guinea menemukan pemecahan masalah yang diakibatkan...

Terpopuler Minggu Ini


    Lazada Indonesia

    Artikel Informatif Lainnya

    • 19,9%, rekor baru efisiensi sel surya thin-film
      Kamis, Maret 27, 2008 11:21:48
      Perlombaan untuk mencapai efisiensi tertinggi dari sel surya sepertinya tidak pernah berhenti. Seperti yang dilakukan oleh para peneliti di NREL atau laboratorium energi departemen energi Amerika Serikat. Penelitian yang mereka lakukan menghantarkan sel surya thin-film mencapai efisiensi tertinggi sebesar 19,9%.
    • Sandia National Laboratory Kembangkan Sistem Prediksi Produksi Energi PLTS
      Senin, Oktober 04, 2010 10:24:31
      Sebuah sistem monitoring dikembangkan Sandia National Laboratory untuk memprediksi listrik yang dihasilkan PLTS selama terjadi perubahan cuaca. 
    • Pecahnya rekor material penyimpan hidrogen untuk penggunaan fuel cell
      Rabu, November 14, 2007 09:22:21
      Di University of Virginia, para ilmuwan menemukan material jenis baru yang digunakan sebagai media penyimpanan dan pengangkutan hidrogen menjadi lebih efisien dan terjangkau, sehingga menjadikan fuel cell mencapai unjuk kerja hidrogen yang lebih tinggi. --University of Virginia--
    • Chemists design world's lowest-density crystals for use in clean energy
      Jumat, April 13, 2007 08:25:45
      Chemists at UCLA have designed new organic structures for the storage of voluminous amounts of gases for use in alternative energy technologies.--physorg--
    • Mencetak gambar dan teks di atas sel surya
      Rabu, Januari 30, 2008 11:45:35
      Pada Nanotech 2008 yang akan berlangsung di Tokyo, akan bisa ditemui sel surya yang dicetak dengan teknik screen. Modul surya yang mempunyai bentuk dan ukuran pintu, dengan tinggi sekitar 2 meter dan lebar 60 sentimeter tersebut dibawa dari Jerman oleh anggota-anggota Fraunhofer Institute for Solar Energy System (ISE).