Emily Cummins ciptakan refrigerator sederhana tenaga surya
By hanaa fitari
Senin, Januari 19, 2009 10:39:23 Send to a friend Print Version

Emily Cummins bersama dengan tabung pendingin tenaga surya hasil rekayasanya. Menerapkan prinsip dasar fisika dan memberikan manfaat bagi banyak orang di Afrika.

Ternyata teori dan prinsip sederhana fisika yang ada bisa langsung digunakan untuk membuat suatu rekayasa teknologi terapan. Banyak yang sudah menerapkannya dan terbukti menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Salah satunya adalah Emily Cummins, seorang mahasiswi berusia 21 tahun, mendapatkan ide untuk membuat tabung pendingin bertenaga surya setelah terilhami dengan proses biologi untuk mendinginkan tubuh ketika seseorang berkeringat. Yang menarik adalah bahan-bahan yang digunakannya juga mudah didapat, yaitu dari bahan-bahan dan peralatan rumah tangga.

Tabung pendingin yang difungsikan untuk menyimpan bahan makanan seperti susu dan daging, bekerja dengan prinsip evaporasi. Tabungnya dibuat terdiri dari dua bagian. Bagian dalamnya terbuat dari logam dan bagian luarnya bisa terbuat dari apa saja, seperti kayu atau plastik. Di antara bagian itu bisa diisi dengan bahan organik seperti pasir, wool atau tanah yang telah dibasahi oleh air. Ketika matahari mulai menghangatkan bahan organik tersebut, air akan menguap, dan menurunkan suhu di bagian dalam hingga 6 ºC.

SolarHasil rekayasanya berupa tabung pendingin tersebut kini sudah digunakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat miskin di Afrika. Emily Cummins juga berencana untuk mematenkan model portabel yang lebih canggih untuk digunakan dalam pengiriman produk-produk medis di negara-negara dengan iklim panas.

Ternyata dari sejak umur 4 tahun, Emily Cummins sudah dikenalkan dengan peralatan-peralatan kerja kakeknya, sehingga tidak mengherankan selama perjalanannya beranjak dewasa, dia sudah banyak menciptakan produk yang tepat guna.

Artikel Teknologi Hijau Lainnya

Hemat konsumsi bahan bakar...


Terpikirkah oleh Anda bahwa penghematan konsumsi bahan bakar kendaraan bermesin yang kita tumpangi...

Econotherm manfaatkan limbah...


Econotherm akan memproduksi sistem penukar panas (heat exchanger) menggunakan sistem tabung panas...

Pabrikan komponen pesawat...


US Renewables Group juga telah menandatangani kerja sama jangka panjang dengan Hamilton untuk...

Ilmuwan Kembangkan Busa Alami...


Styrofoam adalah limbah padat berumur sangat panjang. Ketidakmampuannya untuk terurai secara...

Terpopuler Minggu Ini


    Lazada Indonesia

    Artikel Informatif Lainnya

    • Studi : Fracking Menjadikan Gas Alam Jauh Lebih Buruk Bagi Iklim Dibanding Batubara
      Selasa, April 12, 2011 10:44:20
      Gas alam yang diyakini lebih bersih dari batubara, justru bisa jauh lebih buruk. Sebuah studi menyatakan proses yang digunakan untuk memproduksinya menjadikan gas alam kontributor rumah kaca yang lebih besar dari batubara. 
    • Climate catastrophes in the Solar System
      Jumat, April 27, 2007 07:37:20
      Earth sits between two worlds that have been devastated by climate catastrophes. In the effort to combat global warming, our neighbours can provide valuable insights into the way climate catastrophes affect planets.--ESA--
    • Blue Energy Berpotensi Besar Menghasilkan Listrik
      Jumat, November 06, 2009 10:32:31
      Berdasarkan riset dan thesis Jan Post dari Wageningen University, potensi blue energy jauh lebih besar dan lebih ramah lingkungan. 
    • Honda Luncurkan Program Untuk Mengenali Berbagai Aspek Dalam Teknologi Mobil Listrik
      Selasa, Desember 21, 2010 12:10:25
      Honda mulai program demonstrasi sekaligus uji coba untuk mengetahui berbagai kendala dan kesempatan yang mungkin timbul dalam pergeseran teknologi mobil konvensional ke mobil istrik. 
    • Metode baru membuat air
      Selasa, November 06, 2007 10:06:38
      Saat ini para ilmuwan di University of Illinois telah menemukan cara baru untuk membuat air, dan tanpa disertai dengan bunyi letupan. Hasil penelitian mereka tidak hanya digunakan untuk membuat air dari bahan yang tidak biasanya, seperti alkohol, tetapi juga bisa mengarah kepada pembuatan katalis yang lebih baik dan fuel cell yang lebih murah. --University of Illinois--