Ilmuwan Tingkatkan Kinerja Baterai Edison
Oleh rahman budi
Rabu, Juni 27, 2012 09:09:47 Send to a friend Print Version

Baterai Edison masih mempunyai kesempatan untuk menggantikan lithium ion pada berbagai aplikasi.

Baterai hingga kini masih menjadi bagian penting dari sebuah pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan ataupun mobil listrik dan perangkat elektronnik bergerak. Layaknya tangki bahan bakar minyak, baterai juga menyimpan energi dalam bentuk kimia sebelum diubah menjadi listrik ketika dibutuhkan.

Tidak semua jenis baterai bisa diandalkan sebagai penyimpan energi. Salah satu yang paling populer saat ini adalah lithium ion, sejenis baterai dengan elektrode yang sayangnya masih relatif mahal dan tidak banyak terdapat di bumi. Densitas energinya jauh lebih baik dibanding baterai lain dan kemampuan untuk siklus isi ulangnya juga lebih baik.

Baterai isi ulang telah lama diperkenalkan ke peradaban manusia sejak abad 20, bersamaan dengan lahirnya mobil listrik di saat yang sama. Thomas Alfa Edison adalah orang pertama yang telah membuat baterai isi ulang yang pada saat itu dianggap sebagai teknologi baterai terbaik. Dengan menggunakan nikel dan besi sebagai elektrodanya, Edison membenamkan elektrode tersebut ke dalam larutan alkalin. Hasilnya baterai tersebut mulai diproduksi dan dijual di era tahun 1920an untuk mobil listrik dan transportasi. Di tahun 1970, baterai tersebut mulai menghilang dari pasar setelah munculnya teknologi-teknologi baterai lainnya.

Kini baterai Edison tersebut mendapatkan cahaya hidupnya yang baru. Di tangan Hongjie Dai, profesor kimia di Stanford University, baterai tersebut mengalami peningkatan kinerja hampir 1.000 kali lipat.

Dalam jurnal Nature Communications, profesor Dai bersama koleganya, memaparkan bahwa prototip baterainya mampu diisi ulang (charge) dalam waktu yang sangat singkat dan melepas muatannya (discharge) dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Bagi Dai dan koleganya, waktu charge dan discharge ini sangat penting bagi sebuah baterai isi ulang. Alat transportasi dan pembangkit listrik energi terbarukan membutuhkan baterai yang mampu diisi ulang dengan sangat cepat serta mampu melepas muatan dalam waktu yang singkat ketika kebutuhan listriknya juga sangat besar.

Masih menurut Dai, baterai Edison tersebut memiliki kelebihan lain yang tidak dimiliki Lithium Ion. Antara lain elektroda yang digunakan, nikel dan besi, masih banyak terdapat di muka bumi dan semuanya tidak beracun, serta larutan elektrolitnya hanya menggunakan air dan potasium hidroksida yang tidak menimbulkan bahaya ledak.

Namun Dai sendiri juga mengakui, bahwa saat ini baterai Edison belum ideal jika digunakan untuk memasok energi bagi kendaraan listrik, pasalnya densitas energinya masih belum ideal. Tetapi menurut para ilmuwan tersebut, baterai Edison bisa menjadi pendamping baterai lithium ion dengan menyediakan daya yang cukup untuk akselerasi dan pengereman regeneratif.

Rencananya para ilmuwan tersebut akan memperbesar skala prototip baterainya, yang saat ini hanya menghasilkan tegangan 1 Volt, untuk diaplikasikan di jaringan listrik atau transportasi.
nature communications
Tag : baterai edison baterai isi ulang

Artikel Teknologi Hijau Lainnya

Potong semua kabel peralatan...


Terganggu dengan banyaknya kabel yang berseliweran di bawah meja? Potong semua kabelnya dan ganti...

Kulkas Masa Depan Lebih...


Lemari pendingin yang semakin ramah lingkungan kini semakin nyata berkat teknologi magnetokalor...

Busi Dengan Teknologi Laser


Teknologi busi yang ada saat ini masih belum melakukan fungsinya dengan benar. Efisiensi mesin...

Kain Penghasil Listrik Kian...


Tidak lama lagi keinginan untuk bisa menghasilkan listrik di saat sedang beraktivitas tampaknya...

Artikel Informatif Lainnya