Ilmuwan Temukan Kerang Penghasil Hidrogen
Oleh wedha augusta
Jumat, Agustus 19, 2011 07:59:10 Send to a friend Print Version

Ilmuwan di Max Planck temukan kerang di kedalaman 3.000 meter yang diyakini mampu menghasilkan energi hidrogen.

Laut menyimpan banyak energi. Selain gelombang, arus dan perbedaan temperaturnya yang bisa dipanen sebagai penghasil energi, fenomena di laut dalam seperti hidrotermal atau coal bed methane juga diperkirakan mampu menghasilkan energi yang besar.

Tetapi potensi energi di laut dalam tidak hanya hidrotermal dan coal bed methane. Menurut para ilmuwan, ada kerang di dasar laut yang efisien dalam mengubah hidrogen menjadi energi, sebagai sel bahan bakar hidrogen buatan alam. Kerang itu ditemukan oleh Max Planck Institut Mikrobiologi Kelautan dan Cluster of Excellence (Marum), di dekat ventilasi hidrotermal di dasar laut dan memiliki bakteri simbiotik yang mengubah hidrogen menjadi energi. Dengan penemuan ini, peneliti mungkin mampu mengkloning bakteri pemmakan hidrogen untuk membuat sel bahan bakar hidrogen untuk listrik.

Ketika pertama kali ventilasi hidrotermal ditemukan, penelitian secara luas dilakukan untuk menyediakan dua sumber energi bagi kehidupan laut - hidrogen sulfida dan metana. Sekarang, Max Planck Institut Mikrobiologi Kelautan telah menemukan sumber energi ketiga. Penemuan ini dibuat di sebuah pegunungan jauh di bawah permukaan laut Atlantik di lapangan lubang hidrotermal Logatchev yang berada 3000 meter di bawah permukaan laut. Ketika para peneliti membawa kerang kembali ke laboratorium mereka menemukan bahwa kerang-kerang tersebut menggunakan bentuk energi baru selain dari apa yang telah mereka temukan sebelumnya di ventilasi laut dalam.

"Perhitungan kami menunjukkan bahwa saat ini lubang hidrotermal, oksidasi hidrogen bisa memberikan energi tujuh kali lebih besar dari oksidasi metana, dan mempunyai energi hingga 18 kali lebih besar dari oksidasi sulfida," kata Jillian Petersen, salah seorang dari tim peneliti. Kerang-kerang tersebut yang dikenal dengan nama latin Bathymodiolus puteoserpentis, adalah yang paling melimpah di ventilasi Logatchev dan populasinya mampu mengkonsumsi sampai 5000 liter hidrogen per jam.

"Ventilasi hidrotermal di sepanjang pegunungan di tengah laut melepaskan sejumlah besar hidrogen sehingga dapat disamakan dengan jalan raya hidrogen dengan stasiun pengisian bahan bakar untuk produksi simbiosis primer," kata Petersen. Mungkin "jalan raya hidrogen" ini bisa mengarah ke pembuatan sel bahan bakar hidrogen bakteri untuk konsumsi energi manusia.
sciencedaily

Artikel Hidrogen Lainnya

Teknologi fuel cell Daihatsu...


Teknologi tersebut diklaim tidak menggunakan platina sebagai katalisnya, tetapi hydrazine hydrate,...

Lebih Mudah Membuat Hidrogen...


Menurut ilmuwan dari Ohio University, menghasilkan hidrogen dari limbah urin lebih mudah dilakukan...

Mengubah air menjadi hidrogen...


Monash University yang menjadi team leader para peneliti dari berbagai institusi, berhasil...

Hidrogen murah dengan sinar...


Fotoelektrolisa air, yang berarti memisahkan hidrogen dan oksigen dengan menggunakan energi yang...

Artikel Informatif Lainnya